Pages

Inilah Cara Bakteri E.coli 'Menelan' Korban [Tauge Ternyata Sumber E.coli Mewabah]

Selasa, 07 Juni 2011




PUTRICANDRAMIDI - Wabah infeksi bakteri Escherichia Coli (E.coli) yang meluas sangat meresahkan dunia tak terkecuali Indonesia. Lantas, seperti apa, ganasnya bakteri sang pembunuh ini 'menelan' korbannya?

Headline

Sebuah penelitian yang memeriksa strain E. coli yang mematikan di Eropa menemukan bakteri itu menggabungkan racun dengan semacam lem yang jarang terlihat, mengikat ke usus pasien.

Kebanyakan Escherichia coli atau E. Coli adalah bakteri tidak berbahaya. Mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk tim peneliti global untuk sepenuhnya memahami karakteristik bakteri yang telah menewaskan sedikitnya 17 orang di Eropa dan membuat sakit 1.500 orang.

Strain yang membuat sakit orang di Jerman dan bagian lain Eropa, yang dikenal sebagai 0104: H4, adalah bagian dari kelas bakteri Escherichia coli yang dikenal sebagai penghasil toksin Shiga atau STEC.

Jenis Strain diklaim memiliki kemampuan menempel pada dinding usus. Strain ini akan memompa keluar racun, sehingga menyebabkan diare dan muntah.

Pada kasus yang parah, hal itu menyebabkan sindrom uremik hemolitik, atau HUS, menyerang ginjal dan menyebabkan koma, kejang dan stroke.

Seperti dilansir Reuters, Dr Robert Tauxe, seorang ahli penyakit yang disebabkan oleh makanan di Centers for Disease Control and Prevention AS menjelaskan telah terjadi 470 kasus terparah yang menyebabkan sindrom uremik hemolitik, atau HUS di Jerman.

"Jumlah itu 10 kali lebih banyak dari wabah terbesar di negara ini. Ini merupakan wabah yang paling mematikan di dunia" tegas Tauxe.

Hebatnya, strain Jerman muncul untuk menggabungkan toksin yang ditemukan dalam jenis bakteri STEC yang paling umum di Amerika Serikat, yang dikenal sebagai E. coli O157: H7, dengan bahan pengikat yang tidak biasa.

Tauxe mengatakan, biasanya 'lem' hanya ditemukan pada anak-anak di negara berkembang.

"Lem yang digunakan kuman tersebut tidak sama pada E. coli 0157 atau sebagian besar bakteri STEC," katanya.
"Ini kombinasi perekat dari E. Coli jenis lain dan toksin Shiga yang membuat strain bakteri tidak biasa," tambahnya.

WHO telah mengonfirmasi bahwa galur bakteri tersebut tidak pernah diisolasi dari pasien sebelumnya dan mengatakan bahwa bakteri kemungkinan mengakuisisi beberapa gen ekstra yang mungkin membuatnya sangat mematikan.

Sumber wabah sejauh ini tidak diketahui, tetapi para ilmuwan mengatakan sangat mungkin berasal dalam sayuran atau salad yang terkontaminasi di Jerman. [mor]

Astaga! Tauge Ternyata Sumber E.coli Mewabah
Headline

IST

Wabah infeksi bakteri Escherichia Coli (E.coli) yang meluas di Eropa bahkan sampai ke Amrika Serikat ini diduga berasal dari tanaman tauge yang tumbuh di peternakan organik di Jerman.

Seperti dilansir dari Reuters, bermacam-macam jenis tauge dari sebuah pertanian organik di wilayah Uelzen yang terletak di antara Hamburg dan Hannover terbukti terkait dengan lima orang yang terinfeksi E coli di lima wilayah Jerman yang berbeda.

Hasil tes awal menemukan sayuran kol dan varietas tauge lain yang berasal dari pertanian di area Uelzen, antara bagian utara kota Hamburg dan Hannover, sebagai pemicu infeksi di lima wilayah Jerman.

"Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa pertanian itu merupakan awal wabah E coli tersebut," ujar Gert Lindemann, Menteri Pertanian Negara Bagian Lower Saxony.

Lindemann menjelaskan, tauge itu terkontaminasi karena sayuran di pertanian itu ditumbuhkan dalam tong pada suhu 38 derajat celsius, suhu yang ideal untuk perkembangbiakan bakteri.

"18 jenis kecambah yang berasal dari pertanian tersebut kini sedang diawasi, termasuk kecambah tauge, brokoli, bawang putih, lobak, dan buncis," terang Lindemann.

Ia menambahkan, ada kemungkinan air yang dipakai tercemar E coli atau bibit tauge, yang dijual di Jerman atau negara lain, terkontaminasi bakteri. Ia mengatakan, petani dari pertanian itu tak memakai pupuk, yang biasanya dipakai di pertanian organik dan sering menyebabkan penularan E coli.

Saat ini warga Jerman disarankan tidak mengonsumsi tauge sampai pemberitahuan lebih lanjut. Ia juga belum bisa memastikan sumber-sumber penularan lain. Oleh karena itu, warga Jerman sementara ini juga disarankan untuk menghindari tomat, mentimun dan salad.

Saat ini, bakteri E coli sudah menjangkiti lebih dari 2.200 orang di 12 negara Eropa, 22 di antaranya meninggal dunia. Diduga, wabah belum mencapai puncaknya dan masih akan terus bertambah.

Korban yang terjangkit akan mengalami diare akut. Pada kasus terparah, mereka mengalami gagal ginjal dan berakhir dengan kematian.
Awalnya, mentimun asal Spanyol diduga menjadi penyebab wabah ini. Namun setelah dilteliti bakteri E coli pada mentimun ternyata tidak mematikan. [mor]


0 komentar:

Poskan Komentar

Ayo gan Komentarnya jangan lupa,,,biar tambah semangat yang upload Film dan Game dan berita juga update artikelnya, kalau ada link yang mati laporkan juga disini ya...

 
gamers holic dan security web dan aneka ragam © 2011 | Designed by Bingo Cash, in collaboration with Modern Warfare 3, VPS Hosting and Compare Web Hosting
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...